Minggu, 12 Oktober 2014


Asal Usul Garuda Pancasila
    Setelah Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949, disusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, dirasakan perlunya Indonesia (saat itu Republik Indonesia Serikat) memiliki lambang negara.
       Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II
dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Poerbatjaraka sebagai anggota.
       Yang terpilih adalah lambang negara usulan Sultan Hamid II.
       mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika“
       Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambang Negara,Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno.

Mendapat masukan dari Partai Masyumi
        tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila
       lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950
       Presiden Soekarno memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950

Arti Lambang Garuda Pancasila
      Garuda melambangkan negara yang besar dan kuat
      Keemasan melambangkan keagungan dan kejayaan
      memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan
      Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, antara lain:
      17 helai bulu pada masing-masing sayap
      8 helai bulu pada ekor
      19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
      45 helai bulu di leher
      Perisai melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
      Warna merah putih melambangkan bendera kebangsaan
      Terdapat 5 lambang dasar  negara pancasila 

      Garuda mencengkram pita putih yang bertuliskan Bhineka tunggal ika, yang berarti berbeda-beda tetapi satu jua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar